Selasa, 22 November 2011

KHUTBAH JUM'AT (MENANAMKAN CINTA KEPADA RASULULLAH)

MENANAMKAN KECINTAAN PADA ROSULULAH SAW DENGAN MEMBACA  SIRAH NYA

 إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له أشهد أن لاإله إلاالله وحده لاشريك له وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله.اللهم صل وسلم على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق والخاتم لماسبق ناصرالحق بالحق والهادي إلى صراطك المستقيم وعلى أله وصحبه حق قدره ومقداره العظيم .أمابعد فيا عبادالله أوصيكم وإياي بنفسى بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون 
 

Hadirin yang berbahagia

          Puji syukur kepada Allah yang telah  mengumpulkan kita di tempat yang penuh dengan barokah ini untuk membaca sirohnya baginda nabi besar muhammad saw, maka ketahuilah para hadirin sekalian bahwa majlis ini adalah maajlis yang mulia, majlis yang Allah turunkan di dalamnya ampunan, rahmat, dan maghfirohnya. sebagai mana yang di katakan oleh salafus soleh :
عِنْدَ ذِكْرِِِِِِِِِِِِِِ الصَّا لِحِيْنَ تَََتََنََزَّلُ الرَّحْمَةُ

Sesungguh nya dalam menyebut nama para orang-orang soleh Allah turunkan rahmat nya.

          Jika menyebut namanya orang yang soleh saja Allah turunkan rahmatnya, maka bagaimana jika yang kita sebut adalah orang yang paling di cintai Allah, orang yang paling di sayangi Allah, yaitu baginda nabi besar Muhammad saw, maka dapat kita pastikan bahwasanya majlis kita ini di penuhi dengan cucuran rahmat dan magfiroh  dari Allah swt. Mudah mudahan kita semua yang hadir di sini tidaklah melangkahkan kaki kita untuk keluar dari tempat ini kecuali Allah sudah ampuni kita dari dosa dosa kita dan Allah angkat derajat kita dan Allah kabulkan semua hajat hajat kita semua. Hal ini sesuai dengan perkataan al habib Ali al Habsyi pengarang kitab maulid yang kita baca maulid nya malam ini

ما شي كما مجمع المولد يجلي الكروب#ذا وقت توبتك يا ذالعاصي إذا با تتوب

ذا وقت أوبتك يا ذا الشارد إذا يا تؤوب#هذا الجمع لا شك تغفر فيه جميع الذنو

Tidak ada majlis yang semulia majlis maulid yg dapat menghilangkan segala kesumpekan@ Inilah waktumu untuk bertobat wahai orang orang yang sering bermaksiat@ Inilah waktumu untuk kembali kepada rahmat
Allah wahai orang orang yang telah lari dari rahmat nya@ Inilah majlis yang tidak di ragukan lagi bahwasanya akan di apunkan segala dosa dan kesalahan.
Hadirin sekalian yang berbahagia

          Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa banyak sekali orang orang islam zaman sekarang ini yang seakan akan tidak mempunyai tauladan yang dapat di tiru dan di contoh sehingga tidak sedikit kita melihat orang orang muslim lebih bangga jika meniru gaya gaya orang orang di luar islam, mereka malu bahkan menganggap kolot kebudayaan dan ajaran yang di bawa baginda nabi Muhamad saw, ini di sebabkan karna butanya mereka akan sosok dan figur manusia yang paling baik akhlaknya, paling baik budi pekertinya, yaitu baginda Rosulullah saw, yang mana tidak ada satupun budi pekerti melainkan bersumber dan bermuara dari Rosulullah saw.

وما من خلق في البرية محمود إلا وهو متلق عن زين الوجود

          Untuk itu penting sekali kiranya bagi umat islam untuk mengetahui kisah perjalanan hidup pemimpinnya, karna dengan mengetahui perjalanan hidupnya, kita akan mengetahui ketinggian kedudukannya di sisi Allah dan kesempurnaan akhlak serta budi pekertinya yang tiada bandingannya. Dan hanya dengan mengetahui kisah perjalanannya pulalah akan timbul dalam hati hati kita semua rasa cinta yang tulus kepada beliau, hal itu dapat kita lihat dari kisah perjuangan para sahabat yang rela mengorbankan segalanya bahkan walaupun harus mengorbankan nyawa yang Cuma satu satunya. Diantara contohnya adalah sahabat sekaligus menantu serta sepupu beliau sendiri yaitu imam Ali bin Abi tholib yang secara spontan angkat tangan meminta izin kepada rosulullah agar dirinya yang pergi untuk menghadapi 'Amr bin wuud  ketika mendengar kekasihnya Rosulullah di hina  dan di cela, padahal 'Amr bin wuud adalah algojo yang waktu itu sangat terkenal dangan kekuatan dan keberaniannya.kisah lain juga terjadi dengan sahabat ansor ketika berkecamuk perang uhud.Sang sahabat ketka melihat sang kekasih akan terkena anak panah maka dengan cepat sahabat tersebut menahannya dangan telapak tangannya. Namun tatkala sang pemanah mengetahui bahwa anak panahnya tidak mengenai sasaran, dia pun melepaskan anak panahnya untuk yang kedua kali nya.

namun dengan cepat sang sahabat tadi menahannya lagi untuk yang kedua kalinya.Namun kali ini sang sahabat tidak menahannya dengan telapak tangan akan tetapi sang sahabat menahannya dengan dadanya ini semua di lakukan sahabat karna besarnya kecintaan mereka pada sang nabi saw.
Hadirin sekalian yang berbahagia
          Begitu tinggi kemulian nabi di sisi Allah, dan begitu besar jasa nabi kepada kita semua, maka hanya kepadanyalah semestinya kita curahkan cinta sejati ini, cinta yang tulus dan murni ini. Setelah kita mencurahkan cinta kita sepenuhnya pada beliau, kita hanya bisa berharap dengan cinta yang sedikit ini, Nabi mau mengakui kita sebagai umat nya, dan dan kita memohon kepada Allah agar mengumpulkan kita bersamanya kelak di akhirat nanti. Sebagaimana sabdanya :
أإنما يحشر المرء مع من أحب 
           
          Akhirnya mudah mudahan Allah tanamkan kecintaan pada Nabi saw dalam hati hati kita semua dan kita memohan agar Allah selalu menetapkan kita semua di dalan jalan para Aslafuna  solihun, dan senantiasa Allah curahkan kepada kita taufiq dan hidayahnya, dan Allah jaga iman kita semua dari hal-hal yang dapat merobah dan melunturkan keimanan kita semua, sehingga kita semua keluar dari dunia ini dalam keadaan beriman kepada Allah dan rasulnya, amien amien ya rabbal 'alamien.
         
إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلاَمِ , كَلاَمُ اللهِ الْمَلِكِِ الْعَلاَّمِ , وَاللهُ سُبْحاَنَهُ وَتَعَالىَ يَقُوْلُ , وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِى الْمُهْتَدُوْنَ , فَإِذاَ قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهُ  وَ أَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ , أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطاَنِ الرَّجِيْمِ , بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ , ((`tB tb%x. ߃̍ムno4quŠysø9$# $u÷R9$# $uhtFt^ƒÎur Åe$uqçR öNÍköŽs9Î) öNßgn=»yJôãr& $pkŽÏù óOèdur $pkŽÏù Ÿw tbqÝ¡yö7ムÇÊÎÈ y7Í´¯»s9'ré& tûïÏ%©!$# }§øŠs9 öNçlm; Îû ÍotÅzFy$# žwÎ) â$¨Y9$# ( xÝÎ7ymur $tB (#qãèuZ|¹ $pkŽÏù ×@ÏÜ»tur $¨B (#qçR$Ÿ2 tbqè=yJ÷ètƒ ÇÊÏÈ ))
       باَرَكَ اللهُ ليِ وَلَكُمْ فيِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ , وَنَفَعَني وَإِياَّكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ , وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ليِ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ و الْمُؤْمِنَاتِ  وَالْمُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمَاتُ فَاسْتَغْفِرُوْهَ , إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ .